Indonesia Wonder

Loading
English Version | Bahasa Indonesia
Selasa, 21 Oktober 2014

Nasi Bakepor

Publish 13-02-2012 15:43:02 by Admin
Rating : 0 ( 0 )

A. Selayang Pandang

Nasi Bakepor adalah salah satu makanan tradisional dari daerah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Makanan khas Banjar ini mirip dengan Nasi Liwet dari Kota Solo, Jawa Tengah. Bedanya, Nasi Bakepor tidak diberi campuran santan kelapa, melainkan dicampur dengan bumbu rempah-rempah seperti daun salam, daun pandan, daun kemangi, suwiran ikan gabus, jeruk nipis, dan cabe rawit.

Pada zaman dahulu, Nasi Bakepor merupakan menu istimewa bagi para Raja Kutai Kartanegara. Namun kini, Nasi Bakepor telah menjadi makanan orang awam dan tidak hanya terbatas pada kalangan istana saja. Makanan khas Banjar yang sudah mulai langka ini bisa bertahan hingga sekarang berkat upaya seorang pengusaha kulier dari Kota Samarinda bernama Hajjah Ainun Djariah Asli Amin.

Berawal dari keinginan untuk melestarikan makanan khas Kutai yang sudah hampir punah, pada tahun 2002, wanita yang akrab dipanggil Acil Inun ini membuka warung makan di Jalan Kadrie Oening, Kota Samarinda. Nasi Bakepor adalah salah satu menu utama yang ditawarkan di warungnya yang diberi nama Warung Selera Acil Inun. Sebagai pelopor Nasi Bakepor, ia pun sering mendapat undangan dalam acara Festival Masakan Nusantara di Jakarta.

Hingga saat ini, warung makan yang menyajikan Nasi Bakepor sudah banyak tersebar pada beberapa tempat di Kota Samarinda. Penikmat menu ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan rakyat biasa hingga kalangan pejabat. Bahkan, para selebriti yang berkunjung ke kota ini pun tidak mau ketinggalan untuk mencicipi lezatnya Nasi Bakepor. Demikian juga Anda, jika berkunjung ke kota yang berjulukan “Kota Tepian” ini jangan sia-siakan kesempatan untuk mencoba hidangan khas ini.

B. Keistimewaan

Nasi Bakepor dinilai istimewa karena selain memiliki rasa yang lezat dan gurih, cara memasak dan menyajikan masakan ini juga tergolong khas. Proses memasak Nasi Bakepor membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.

Pertama-tama, beras dan rempah-rempah berupa daun salam, daun pandan, dan garam terlebih dahulu dicuci hingga bersih. Setelah itu, beras dan rempah-rempah dimasukkan ke dalam kenceng atau kendil khusus anti lengket lalu dimasak di atas api yang menyala dengan menggunakan kayu bakar. Beras tersebut dimasak hanya setengah matang lalu dipindahkan ke atas bara api sambil diaduk-aduk hingga matang. Sebelum disajikan, nasi diberi tambahan daun kemangi, cabai, dan suwiran ikan goreng gabus dan sedikit perasan jeruk nipis di atas nasi.

Bagi yang suka rasa pedas dapat menambahkan sambal khusus yang biasa disebut sambal raja. Dinamai demikian karena sambal ini terdiri dari enam macam bahan yang dijadikan satu yaitu sambal terong goreng, kacang panjang, kucai, telur rebus, ikan haruan (gabus), udang rebus, dan mangga kueni.

Nasi Bakepor lebih nikmat disantap saat masih panas bersama dengan lauk satai Banjar yang rasanya khas. Untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat lagi, nasi khas Banjar ini harus dikunyah pelan-pelan sehingga Anda akan merasakan rasa yang berbeda-beda dari tiap kunyahannya. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati jangan sampai menggigit cabai utuh yang tercampur ke dalam nasi. Jika hal itu terjadi, bagi Anda yang tidak suka pedas akan merasa kepedasan dan tidak dapat menikmati santapan.

C. Lokasi

Pada umumnya Nasi Bakepor telah tersedia di berbagai warung di Kota Samarinda. Namun, warung yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi oleh pembeli terdapat di Jalan Kadrie Oening, Kota Samarinda, Kalimantan Selatan. Meskipun Nasi Bakepor merupakan makanan khas Kutai Kartanegara, makanan tradisional ini lebih dikenal sebagai ikon Kota Samarinda karena dipopulerkan oleh orang yang tinggal di kota tersebut.

D. Akses

Kota Samarinda dapat dicapai melalui tiga jalur yaitu darat, air, dan udara. Bagi Anda yang berasal dari luar Kalimantan Timur, jalur darat menuju menuju Kota Samarinda dapat ditempuh melalui Kota Balikpapan. Dari kota ini Anda kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat dengan menyusuri Jalan Soekarno Hatta sepanjang kurang lebih 100 km. Setiba di Kota Samarinda, Anda dapat menggunakan trayek angkutan umum seperti taksi dan angkot menuju ke Jalan Kadrie Oening. Lokasi ini cukup mudah diakses karena berada di tengah Kota Samarinda.

Sementara itu, jalur air dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi sungai dan laut. Transportasi sungai umumnya berasal dari arah hulu Sungai Mahakam, sedangkan transportasi laut kebanyakan berasal dari arah Pulau Sulawesi menuju pelabuhan khusus kapal laut yang berada di Jalan Yos Sudarso. Untuk jalur udara, layanan transportasi udara menuju ke Kota Samarinda belum optimal karena Bandara Temindung yang ada di kota ini hanya bisa melayani pesawat kecil. Selain itu, bandara ini juga hanya melayani penerbangan ke wilayah-wilayah pedalaman di Kalimantan Timur.

E. Harga

Nasi Bakepor dijual pada kisaran harga antara Rp. 30.000,00 hingga Rp. 35.000,00 per porsinya (Oktober 2011). (Samsuni/iw/24/01-2012)


Dari berbagai sumber

Sumber foto: http://www.flickr.com/photos/41491836@N05/3862638279/sizes/m/in/photostream/



Dibaca : 503 kali.

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.

Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.indonesiaWonder.com/
Komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
   
 
* = Harus diisi